BANDAR UDARA (I)

Juni 8, 2008 oleh indoflight

PENDAHULUAN

Bandar Udara menurut KM 44  tahun 2002 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional adalah “ Lapangan Terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos, serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai permindahan antar moda transportasi”.  Bandara merupakan pusat kegiatan yang dapat menunjang perkembangan kegiatan Ekonomi, pariwisata, teknologi dan pemerintahan disuatu kota atau daerah. Karena begitu pentingnya peran bandara dalam hal tersebut dalam setiap operasionalnya harus didukung oleh fasilitas-fsilitas penunjang yang lengkap dan disertai sumber daya manusia yang memadai.

 Disamping itu Bandar udara merupakan simpul dari system transportasi udara. Perencanaan, pembangunanan dan pengoperasian suatu Bandar udara harus memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan yang secara internasional tercantum dalam Annex 14 Convention on International Civil Aviation (Vol I : Aerodrome dan Vol II : Heliport). Ketentuan ini diadopsi dalam ketentuan nasional  berupa Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 47 Tahun 2002 tentang Sertifikasi Operasi Bandar Udara dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terkait lainnya. Menurut Annex 14 Vol I Aerodrome ialah “A defined area on land or water (including any buildings, instalations and equipment) intended to be used either wholly or in part for the arrival, departure and surface movment of aircraft” yaitu Sebuah area ditetapkan di darat maupun  di air termasuk didalamnya bangunan-bangunan, instalasi dan peraltan yang digunakan sebagian atau seluruhnya untuk kedatangan atau keberangkan dan pergerakan pesawat udara.

AIRPORT TOPOGRAFVY

Airport Topogravy terdiri dari dua kata yaitu “Airport (Bandar Udara)” dan “Topogravy”, dimana pengertian dari :

 

AIRPORT (BANDAR UDARA)

Sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM.44 tahun 2002, tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional, Bandar Udara adalah Lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang dan/pos  serta dilengkapi fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi.

 

TOPOGRAVY

Ilmu yang mempelajari letak geografis suatu wilayah/tempat dipermukaan bumi yang melingkupi batas-batas tertentu.

 

Sehingga pengertian Airport Topogravy adalah :

Ilmu yang mempelajari letak geografis suatu bandar udara, sebagai tempat yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas  pesawat udara, serta fasilitas-fasilitas apa saja yang terpasang didalamnya guna kelancaran dan keselamatan penerbangan.

 

 

 

MENENTUKAN LETAK SUATU WILAYAH DIBUMI

Bumi tempat yang kita diami bentuknya bulat seperti bola. Untuk memudahkan menentukan suatu letak wilayah dibumi para ahli membagi-bagi wilayah bumi oleh dua buah garis yang disebut dengan Latitude (Garis lintang) dan Longitude (garis bujur).

 

Latitude (Garis lintang) adalah :

Suatu garis yang memotong bumi menjadi 2 belahan yaitu utara dan selatan, sebagai tengah-tengahnya dinamakan garis equator, sehingga dikenal belahan bumi sebelah atas dari garis equator disebut lintang utara dan wilayah bumi yang berada dibawah garis equator disebut lintang selatan. Masing-masing belahan dibagi menjadi beberapa garis/bagian dimana besarnya masing-masing bagian dinyatakan dalam derajat, menit dan detik.

Longitude (Garis Bujur)

Suatu garis yang memotong bumi menjadi 2 bagian yaitu barat dan timur, sebagai tengah-tengahnya disebut prime meridian, sehingga dikenal wilayah bumi yang berada disebelah kiri prime meridian disebut bujur barat dan wilayah bumi yang berada disebelah kanan prime meridian disebut bujut timur.  Masing-masing belahan dibagi menjadi beberapa garis/bagian dimana besarnya masing-masing bagian dinyatakan dalam derajat, menit dan detik.

Titik pertemuan antara kedua garis lintang dan garis bujur disebut koordinat, sehingga untuk mencari lokasi suatu wilayah dipermukaan bumi sangat mudah bila diketahui koordinal wilayah tersebut.

Dalam dunia penerbangan, suatu pesawat terbang bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya menggunakan koordinat-koordinat sebagai salah satu alat navigasi. Bandar udara adalah suatu wilayah yang memiliki luas wilayah hanya berupa titik diatas permukaan bumi bila dibandingkan dengan luas bumi, sehingga dapat dibayangkan bagaimana seorang pilot dapat mencapai titik tersebut, bila tidak diketahui koordinat dari titik itu. Kesimpulannya bahwa Sebuah Bandar udara harus memiliki titk koordinasi dalam derajat, menit dan detik yang dijadikan sebagai referensi oleh seorang pilot untuk mencapai Bandar udara tersebut yang disebut dengan Aerodrome Referensi Point (ARP).

Disamping ARP, setiap bandara harus memiliki  Aerodrome Referensi Code (ARC). ARC adalah sebagai referensi yang digunakan jenis pesawat apa saja yang dapat mendarat dibandara tersebut sehubungan dengan fasilitas yang tersedia dalam kelancaran pergerakan pesawat, yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh seorang pilot sebelum menuju kebandara tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bandar Udara (BAB II)

Maret 5, 2008 oleh indoflight

UNtuk lebih lengkap klik di  bandara.pdf

Indonesia Terbanglah Lebih Tinggi

Januari 30, 2008 oleh indoflight

Di dunia ini banyak hal-hal yang menakjubkan terjadi dan sering kita lihat dan hadapi salah satunya adalah pesawat bisa terbang.
Bagaimana tidak aneh ada benda terbuat dari logam dan bobotnya bisa mencapai ratusan ton seperti Jumbo Jet B-747, Globemaster II, Starlifter, Galaxi yang buatan Amerik Airbus buatan Eropa dan pesawat raksasa lainnya buatan Rusia yang terbang dengan mudahnya hanya dengan bantuan sayap yang para ahli bilang airfoil dan tentunya juga dengan dorongan mesin.
Sejak jaman mitologi Yunani kuno tentang Ikarus yang terbang ke Matahari yang akhirnya jatuh karena sayapnya meleleh karena panas sebab terbuat dari lilin, perkembangan dunia penerbangan terus terjadi, mulai dari konsep gambar Leonardo Davinci, Balon panas sampai ke Zepellin para ahli terus berusaha mewujudkan bahwa manusia itu bisa terbang seperti burung.
Akhirnya diawal abad duapuluh dua orang bersaudara Wright yang orang Amerika berhasil terbang dengan pesawat bermesin rancangannya yang di beri nama Kitti Hawk berhasil terbang dalam beberapa detik dan itulah tonggak awal perkembangan penerbangan dunia yang terus menerus berkembang tiada henti sampai-sampai benda terbang yang diberi nama pesawat itu fungsinya tidak lagi hanya untuk alat transportasi manusia saja tapi juga dapat digunakan untuk hal-hal lain seperti pesawat tempur, pemadam kebakaran, penyemprot hama, pemotretan udara dan lain sebagainya, bahkan manusia bisa mencapai ruang angkasa dengan pesawat yang dinamakan roket.
Karena begitu pentingnya peawat terbang dalam peperangan sampai-sampai ada satu keyakinan “Siapa yang menguasai udara dia akan memenangkan pertempuran” dan itu sudah terbukti ketika Jepang menguasai Asia karena kehebatan pesawat tempurnya yang bernama Zero yang pada saat itu tidak tertandingi oleh pesawat Ingris maupun Belanda bahkan Amerika. Baru setelah Amerika berhasil membuat pesawat yang lebih Hebat Jepang berhasil ditaklukan diberbagai pertempuran dan ditutup dengan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki yang juga dijatuhkan dari pesawat terbang. Hal ini juga terjadi pada peperangan di Eropa dan peperangan berikutnya di dunia.
Melihat begitu pentingnya penguasaan udara hampir semua negara didunia berlomba untuk mempunyai teknologi pesawat dan membuatnya karena selain aspek ekonomi hal itu juga untuk aspek gengsi sebuah negara dan para pemimpinnya terlebih negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris, China, yang menjadi produsen pesawat didunia baik pesawat tempur maupun pesawat angkut, dari yang besar sampai yang kecil.
Tidak ketinggalan negara kita tercinta Indonesiapun bermimpi untuk membuat pesawat yang dapat terbang tinggi melintasi Nusantara yang luas.
Mimpi itu sebenarnya sudah mulai tergapai ketika IPTN dengan Habibienya berhasil merancang dan membuat pesawat yaitu CN-235 walaupun masih dalam bentuk kerjasama dengan negara lain yang lebih maju yaitu Spanyol. Tapi itu sudah lebih cukup untuk langkah awal burung-burung besi karya ank bangsa akan mengarungi negeri ini dari Sabang sampai Merauke.
Tidak cukup sampai disitu kemudian para tenaga ahli IPTN berhasil meneruskan dengan membuat sendiri N-250 yang berhasil terbang dengan berbagai kelebihan dari pesawat sekelasnya yaitu menggunakan teknologi Fly-by-wire dan tercepat dikelasnya.
Hanya sayang, terbangnya belum tinggi sayapnya sudah patah, dan sang burungpun hanya tinggal disangkar tanpa kemampuan terbang, badai krisis yang menghantam menghancurkan semua mimpi, ambisi, euforia kita akan dunia penerbangan. Seluruh aspek penerbangan terkena imbasnya, pesawat-pesawat yang dulu gagah mengarungi nusantara satu persatu menghilang, Sang Garudapun kembang kempis, hanya karena milik negara dia masih eksis. Yang paling terasa adalah daerah-daerah yang Sangat tergantung dengan transportasi udara, seperti di Papua dan Kalimantan, kembali ke jaman baheula, bandaranya menjadi sunyi dari deru mesin pesawat, sekolah-sekolah pedalaman menjadi sunyi dari suara guru yang mengajar karena tidak ada angkutan yang membawa mereka. Hal ini membuat daerah-daerah terpencil semakin tertinggal.
Apakah kita tinggal diam ?
Patut kita berharap bahwa bangsa ini kembali bangkit dari keterpurukan, agar dunia penerbangan kita kembali bangkit, bukan hanya burung-burung buatan negara lain yang terbang di negeri ini, tapi karya bangsa inipun juga bisa mengarungi pulau-pulau di Indonesia.
Kita harus mendukung rencana menerbangkan kembali N-250 bahkan rencana membuat yang lebih kecil N-219 untuk menggantikan Twin Otter yang sudah uzur, yang semakin habis karena jatuh (In Memoriam kawanku Capt Julian Charles yang jatuh di Bintuni Papua dan Capt Eko Gunawan yang jatuh di NTT dengan Twin Otter) dan setiap tahun kita mendengar Twin Otter jatuh yang tidak bisa dipungkiri usianya sudah lebih kurang 30 tahunan.
Kalau N-219 sudah bisa terbang alangkah sukacitanya masyarakat pedalaman, Sahabatku Hans Imbenay akan mendengar kembali raungan mesin pesawat yang singgah di Mindiptanah atau Saudaraku Fabianus Yemorgein di Senggo akan terkagum-kagum dengan burung besi buatan anak negeri. Sekolah-sekolah akan ramai lagi, pendidikan dipedalaman akan terus berjalan, guru-guru akan terbang ke daerah yang jauh, negeri ini tidak akan tertinggal jauh, kepala kita kan terangkat kembali yang selama ini tertunduk karena malu dan lesu.
Kebanggaan akan menyelimuti Indonesia, negeri tetangga tidak akan meremehkan lagi, bahkan mereka akan segan pada kita.
Kita akan menguasai udara negeri ini dan akan menjadi pemenang “karena siapa yang menguasai udara dia akan menjadi pemenang”.

salam penerbangan

Januari 30, 2008 oleh indoflight

hai

salam kenal dengan indoflight.

Indoflight akan menyajikan berbagai macam hal yang berhubungan dengan dunia penerbangan baik mengenai pesawat, sampai faktor-faktor pendukung lancarnya sebuah operasi penerbangan.

Untuk itu kepada para Pilot, ATC, Teknisi Pesawat, Teknisi Penerbangan dan semua unsur yang berkecimpung didalamnya, bahkan bagi anda yang tidak mengerti tentang penerbangan tapi ingin tahu, anda boleh  mengunjungi Blog ini

Salam

Indoflight

Hello world!

Januari 30, 2008 oleh indoflight

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!